Keputusan Menteri tentang batas atas tarif harga pesawat udara

Harga tiket di tahun 2019 mengalami kenaikan yang cukup siknifikan di banding tahun sebelumnya, hal ini tentu memberatkan bagi pengguna moda transportasi udara. Dengan alasan perbaikan kualitas keselamatan semua penerbangan mulai menaikan tarif harga tiket sampai 2 kali lipat dari harga sebelumnya.

Berbagai macam faktor menjadi alasan kenaikan harga tiket ini, salah satunya perbaikan kualitas keselamatan yg menjadi isu penting karena beberapa kasus kecelakaan pesawat terbang belakangan ini,

Kenaikan harga bahan bakar avtur juga memicu kenaikan harga tiket, hal ini akibat penetapan harga avtur oleh pertamina menurut CNBC di Bandara Soekarno-Hatta harga avtur Rp 8.490 per liter. Naik 12% dibanding harga avtur pada Januari 2018 lalu dari bandara yang sama, yang hanya Rp 7.580 per liter. harga avtur di bandara-bandara lainnya cukup tinggi, Seperti di Bandara Ngurah Rai, Bali, harga avtur Rp 9.320 per liter, Polonia-Medan Rp 9.870 per liter. Sementara, Sentani-Jayapura tercatat memiliki harga avtur paling tinggi yakni Rp 11.360 per liter atau setara US$ 0,78.
(https://www.cnbcindonesia.com/news/20190114104714-4-50475/maskapai-teriak-benarkah-harga-avtur-naik-tinggi)

Faktor berikut adalah melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika, harga pembelian avtur mengikuti harga dolar sehingga melemahnya nilai tukar rupiah berdampak pada beban pengeluaran pembelian yang lebih tinggi ketika dikonversikan ke kurs dolar

hasil pencarian google dengan kata kunci “1 dollar = rupiah”

Menjelang hari raya besar Idul Fitri 1440 H harga tiket semakin menggila, seperti biasanya harga tiket pesawat terbang di “peak season” dimana puncak ramai ramainya penjualan tiket harga pasti akan naik sampai level maksimum akan tetapi lebih buruk lagi dengan tahun ini ketika harga naik di kelas tertinggi pada saat bersamaan harga tiket mengalami kenaikan. Hal ini sangat memberatkan ketika tidak ada alternatif moda transportasi lain.

Tentu bagi beberapa orang yang tidak terpaku atau fleksibel pada tanggal keberangkat dapat memilih alternatif lain seperti kapal laut dan kendaraan darat akan tetapi kebanyakan perantau tidak semua dapat memanfaatkan alternatif ini ketika transportasi udara merupakan satu satunya alternatuf karena berada diluar pulau yang tidak bisa ditempuh dengan perjalan darat atau tidak dapat memanfaatkan tol laut yang masih minim rute dan membutuhkan waktu tempuh yang lama dalam perjalanan apalagi jadwal keberangkatan yang tidak dapat di sesuaikan dengan keinginan.

Banyak upaya sudah dilakukan pemerintah dengan mengkaji ulang harga bahan bakar avtur yang diharapkan dapat mengurangi beban maskapai penerbangan sehingga dapat berimbas pada penurunan harga tiket dan yang terbaru dengan penetapan batas atas dan batas bawah harga tiket melalui menteri perhubungan dengan menerbitkan “Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM 106 tahun 2019 tentang tarif batas atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri”

Download disini <<

Semoga harga tiket dapat segera turun dengan tidak memberatkan maskapai penyedia jasa oenerbangan serta tidak juga memberatkan penumpang sebagai pengguna jasa.

Selamat mudik, hati hati dijalan, selamat sampai tujuan, dapat berkumpul dengan keluarga tercinta dan “Save Flight”

Selamat mudik, hati hati dijalan, selamat sampai tujuan, dapat berkumpul dengan keluarga tercinta dan “Save Flight”

Tinggalkan komentar